Psikologi kognitif merupakan perspektif secara teori yang memfokuskan pada dunia persepsi pemikiran ingatan manusia. Ia menggambarkan pelajar sebagai proses maklumat yang aktif menyerupai metafora dunia komputer. Pada pandangan psikologi kognitif, cara pelajar
menambahkan maklumat menentukan pencapaian tahap kefahaman mereka.

Psikologi kognitif merupa salah satu perspektif teori, ia menentukan bahawa tujuan psikologi saintifik adalah untuk memerhatikan tingkah laku-tindak balas individu yang boleh menjelaskan tindakan yang kita lihat. Dalam psikologi kognitif, pemerhatian digunakan untuk menghasilkan kesimpulan tentang faktor-faktor pemikiran, bahasa, maksud dan imejan.

gangguan kognitif adalah adanya masalah dalam proses mentalyang dengannya seseorang individu menyadari dan mempertahankan hubungan lingkungannya baik lingkungan dalam maupun lingkungan luarnya (fungsi mengenal). bagian-bagian dari proses kognitive bukan merupakan kekuatan yang terpisah-pisah, tetapi sebenarnya ia merupakan cara dari seorang individu untuk berfungsi dalam hubungannya dengan lingkungan.

proses kognotif meliputi : sesnsasi dan persepsi, perhatian, ingatan, asosiasi, pertimbangan, pikiran, kesadaran.

respon kognitif mencakup ketidak mampuan untuki membuat keputusan, kerusakan memori dan penilaian, disorientasi, salah persepsi, penurunan rentang perhatian, dan kesulitan berfikir logis. respon tersebut dapat terjadi secara efisodik atau terjadi terus menerus. suatu dapat reversibel atau ditandai debngan penurunan fungsi secara progresif bergantung pada stressor.

respon kognitif pada umumnya merupakan akibat dari gangguan biologis pada fungsi sistem saraf pusat. faktor yang mempengaruhi individu mengalami gangguan kognitif termasuk:

1. gangguan suplai oksigen, glukosa, dan zat gizi dasar yang penting lainnya ke otak.

  • peubahan vaskular arteriosklerotik
  • serangan iskemik sementara
  • hemoragi selebral
  • infark otak mecil multipel

2. degenerasi yang berhubunngan dengan penuan

3. pengumpulan zat beracun dalam jaringan otak

4. penyakit alzheimer

5. penyakit hati kronik

6. penyakit ginjal kronik

7. defisiensi vitamin (terutama tiamin)

8. malnutrisi

respon individu termasuk kekuatan dan keterampilan. pemberi perawatan dapat bersifat mendukung dan juga dapat memberi memberi informasi tentang karakteristik kepribadian, kebiasaan, dan rutinitas individu. self-help group dapat menjadi koping yang efektif bagi pemberi perawatan.

untuk mengatasi ganggua kognitif sekarang telah muncul suatu kolaborasi terapi prilaku antara terapi prilaku dengan terapi kognitif yang masih berada dalam kelompok terapi prilaku tetapi dengan sikap yang berbeda, yaitu terapi kognitif, intervensi kognitif-prilaku, dan nonprescriptive behavior therapies. termasuk dalam terapi kognitif  adalah rational emotive therapy (ret), dan terapi dari back untuk depresi. yang termasuk dalam intervensi kognitif prilaku adalah untuk dewasa dan anak-anak.

nonpresciptive behavioral therapies adalah berbagai jenis psikoterapi yang menyangkut prilaku orang yang banyak dianggap bahwa masalah prilaku dan kepribadian atau masalah-masalah psikologis cukup dipelajari berdasarkan akal sehat atau common-sense saja atau mereka menganggap bahwa psikologi bukanlah ilmu pengetahuan yang harus dilihat dan dipelajari secara ilmiah, ada juga yang mempersepsikan psikologi sebagai bukab pengetahuan ilmiah. usaha penyelesaian sunjektif yang dipaksakan kepada orang lain, karena landasan yang menjadi nasihat adalah pengalaman atau pemikiran pribadi.

psikologi adalah ilmu prilaku yang menjadi masalah setiap orang. ilmu yang terlibat, misalnya pedadogi dan andradogi, komunikasi, sosiologi dan antropologi, agama dan lain-lain.

cognitive-behavioral therapy (CBT), perspektif kognitif dalam masalah-masalah klinis menekankann peranan nerpikit dalamm etiologi da pemeliharaan masalah-masalah. terapi keprilakuan kognitif berupaya memodifikasi atau megubah pola berpikir yang diyakini nerkontribusi terhadap permasalahan seseoang.

mahoney, (1977a) mengemukankan hasil observasinya, bahwa selain memperkihatkan perbedaan yang besar, juga terdapat landasan yang sama antara teori yang dijadikan landasan para ahli keprilakuan dan kognitif. pendekatan kognitif diperlukan justru untuk menjebatani perbedaab radikal antara pendekatan psikodinamik dan behaviorisme yang radikal.

peran teori belajar sosial menurut teori Rotter adalah sebagai penguat dan harapan-harapan. ada sedikit dua efek teori bekajar sosial terhadap perkenbangan teori prilaku yaitu, pertama, menghasilakan banyak ahli teknik prilaku yang dapat memudahkan modifikasi sejalam dengan garis-garis kognitif; dan yanng kedua, kedua teori kognitif dan modifikasi dapat meramu menjadi satu prosedur psikodinamik lama dengan pendekatan kognitif behavioral.

terdapat beberapa teknik yang termasuk CBT yang perlu dikemukakan, yakni modeling, rational restructuring, stress inculation training, beck’s cognitive therapy, dan dialectical behavior therapy.

terapi kognitif dari beck, yang dikemukakan oleh aaron beck untuk berbagai permasalahan klinis, 1991. dalam terapi ini digunakan teknik keprilakuan maupun kognitif untuk mengubah pola pikir yang menjadi karakter masalah atau gangguan dengan pertanyaan (beck, 1993). terdapat delapam teknik terapi kognitif, yakni beraktivitas yang melawan ketidakdktifan dan cenderung merasa depresi, meningkatkan aktivitas yang menyenangkan, menilai kembali secara kognitif, pelatihan asertif dan permainan peran, dengan sendirinya mengidentifikasi pikiran sebelum atau ketika terjadi perasaan sedih, menguji perasaan sedih, mengajarkan seseorang untuk tidak mengutuk diri, dan mencari jalam keluar.

terapi prilaku dialektis karya linehan, 1993, yang relatif baru dalam cognitive behavioral treatment terhadap gangguan prilaku borderline. kondisi-kondisi yang melibatkan disregulasi emosional dan impulcivitas. DBT melibatkan pelatihan keterampilan data, teknik-teknik pemecahan, regulasi emosional, dan keterampilan interpersonal, dan lingkungan terapeutikal yang melinatkan teapis maupun penderita.

 

TEORI KOGNITIVE

ada dua teori yang mendominasi tentang perkembangan kognitif , yaitu sebagai berikut:

A. Teori kognitif piaget

Teori ini adalah salahsatu teori yang menjelaskan bagaimana anak beradaptasi dengan dan menginterprestasikan objek da kejadian-kejadian disekitarnya. bagaimana anak mempelajti ciri-ciri dan fungsi dari objek. bagaimana cara anak belajar mengelompokkan objek-objek untuk mengetahui persamaan-persamaan dan perbedaan-perbedaannya, untuk memahami penyebab terjadinya perubahan dalam objek-objek atau peristiwa, dan untuk membentuk perkiraan tentang objek dan peristiwa tersebut.

piaget memandang bahwa anak memainkan peran aktif didalam menyusun pengetahuannya mengenai realiatas. piaget juga percaya bahwa pemikiran anak-anak berkembang menurut tahap-tahap yang terus bertambah kompleks.

menurut teori tahapan piaget, detiap individu akan melewati serangkaian perunahan kualitatif  yang bersifat invarian, selalu tetap, tidak melompat atau mundur.

B. Teori Pemrosesan Informasi

merupakan teori alternatif terhadap teori piaget. perbedaannya para pakr psikologi pemrosesan informasi tidak menggambarkan perkembangan dalam tahp-tahap atau serangkaian subtahap tertentu. malah lebih ditekankan pentingnya proses-proses kognitif seperti persepsi, seleksi perhatian, memori dan strategi kognitif.

teori didasarkan atas tiga asumsi, pertama, pikiran dipandabg sebagai suatu sistem penyimpanan dan pengambilan informasi. kedua, individu-individu memproses informasi dari lingkungan. dan ketiga, terdapat keterbatasan pada kapasitas untuk memproses informasi dari seorang  individu (zigler dan stevenson, 1993)

 

Source

  • Desmita.2008.psikologi perkembangan.Bandung.PT.Remaja Rosdakarya Offset
  • Stuart, Gail W.2002.Buku Saku Keperawatan Jiwa E/5.Jakarta.EGC
  • Yosep, Iyus.2007.Keperawatan Jiwa. Bandung. PT. Refika Aditama
  • Wiramih Aardja, Sutarojo.2007.pengantar psikologi klinis E/revisi.Bandung.PT.Refika Aditama